Beberapa hari ke depan, tepatnya pada hari Selasa 17 Mei 2011  umat Buddha di Indonesia akan memperingati Hari Raya Waisak 2555 B.E (Buddhist Era) . Pada tahun ini kegiatan peringatan Waisak di Candi Borobudur dilakukan oleh WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) yang merupakan federasi dari Majelis-Majelis agama Buddha dan Lembaga keagamaan Buddha Indonesia.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para umat yang hendak mengikuti kegiatan tersebut di Candi Borobudur yaitu mengenai ketertiban dan kebersihan lingkungan demi menjaga kelestarian Candi Borobudur. Para umat diharapkan tidak memakai lilin atau harus menjaga lelehan lilin agar tidak tumpah pada batu candi. Rencana kegiatan dan peralatan yang dipergunakan di Zona I (pada Candi Borobudur) diharapkan dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur agar kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, aman dan tertib.

Guna menyelamatkan Situs Cagar Budaya Jatigede Sumedang Jawa Barat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Balai Konservasi Candi Borobudur melaksanakan Perekaman Data dan Pendokumentasian Situs. Hal ini dilakukan mengingat potensi ancaman kerusakan akibat tekanan pembangunan dan perubahan topografi lingkungan di sekitar kawasan Cagar Budaya Jatigede.

Kawasan Situs Jatigede memiliki 42 situs/benda cagar budaya yang terdiri atas 94 objek yang tersebar di 12 desa pada 4 kecamatan. Kawasan ini merupakan calon genangan waduk Jatigede yang terdapat situs pemukiman dengan tinggalan fitur dan artefak yang cukup beragam. Situs pemukiman dengan tinggalan fitur dan artefak tersebut umumnya berupa   makam dari tokoh-tokoh besar yang terkait dengan keberadaan sejarah daerah Sumedang di masa lalu. continue reading…

Guna meningkatkan mutu dan kualitas kinerja Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala memberikan pembinaan bagi para staf BKP Borobudur. Pembinaan diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Ir. Aurora Frida R. Tambunan didampingi Direktur Peninggalan Purbakala Drs. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum

Kamis (21/04/11) Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala memberikan pembinaan bagi para staf BKPB. Pembinaan diawali dengan pemaparan rencana kerja Balai Konservasi Peninggalan Borobudur 2010-2014 oleh Wiwit Kasiyati, S.S selaku Kepala Subbagian Tata Usaha dan Iskandar M. Siregar, S.Si selaku Kepala Seksi Pelayanan Teknis BKPB. Mereka menjelaskan berbagai kegiatan BKPB yang telah dilaksanakan dan kegiatan unggulan yang masih dalam proses pelaksanaan

Ibu Aurora Frida mengkritisi beberapa hal dalam rencana kerja BKPB, beliau mencoba menelaah satu persatu rencana kerja yang diagendakan agar nantinya dilakukan perbaikan. Dalam beberapa hal ibu Aurora Frida juga memberi apresiasi atas kinerja BKPB terlebih dalam penanganan bencana gunung merapi yang menyebabkan candi borobudur tertutup abu vulkanik

Bapak Junus Satrio Atmodjo menambahkan bahwa Balai Konservasi Peninggalan Borobudur harus bisa lebih baik lagi apalagi banyak tenaga-tenaga muda yang potensial yang bisa dimanfaatkan. Beliau berharap Balai Konservasi Peninggalan Borobudur bisa menjadi acuan Konservasi nasional bahkan internasional

Karena terbatasnya waktu ibu Aurora Frida tidak bisa berpanjang lebar memberikan pembinaan, beliau beserta rombongan harus segera kembali ke Jakarta. Meskipun singkat pembinaan ini diharapkan membuka wacana dan semangat baru bagi para staf di lingkungan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur agar bisa lebih baik lagi